karena kata-kata di otak dan dadanya
lebih sedikit dari pada masalah yang dihadapi
karena kata-kata di otak dan dadanya
lebih sedikit dari pada masalah yang dihadapi
aliran sungai amarah lebat
dengan melipat bibirnya
ia mencoba menghanyutkan
seikat tekad yang kubuat
tapi kubiarkan bebatuan
memperlambat waktu
sebab matahari katulistiwa
tetap mengangkut sisa malam
dalam duapuluh empat jam
dan jumlah rintik hujan perhari
tak akan pernah berkurang
atau bertambah melebihi
takaran mendung
dan gundukan awan
beberapa kata hati
aku tuangkan dalam gelas
kemudian aku menyesal
gelasnya selalu saja
terlalu kecil dan kurang
tapi mungkin aku rabun
paiton, 01 maret 2004
kau beri kata
aku ganti luka
kau bilang biar
tapi jangan kataku
lalu mauku apa
bukan alam yang cemburu
hanya saja anak-anak hari
terlanjur terburu nafsu
lihatlah mereka mencukur
warisan nenek moyang
dengan menyedekahkannya
pada tetangga tersayang
[subuh]
allohu akbar allahu akbar
suara adan berkejaran
dari masjid ke masjid
dari musola ke musola
saat kelopak mataku
masih lengket
menanti kehadiran
sadar demi sadar
hingga kantuk
benar-benar ikhlas
melepasku
hatiku belajar mencincang
kabut tebal harapan
dengan tabasan kemelaratan
sudah lupa apa yang hendak kutulis
mungkin angin ono-ono-ae
yang sengaja mengantar lukisan berdarah
berjuta-juta tahun yang lalu
untuk menyita mula-mula pandanganku
lalu renungku hingga lebih jauh
ke wilayah rasa
memang ada saja sponsor
setiap kali aku akan berbuat
tapi produkku tak layak pasar
hingga butuh ia untuk laku
dan sponsor itu mirip kanvas masa silam
Apa Katamu